rsud-limapuluhkotakab.org

Loading

di infus di rumah sakit

di infus di rumah sakit

Memahami Prosedur Infus di Rumah Sakit: Persiapan, Pemasangan, dan Pemantauan

Infus, atau intravena (IV) drip, adalah prosedur medis umum di rumah sakit yang melibatkan pemberian cairan, obat-obatan, atau nutrisi langsung ke dalam aliran darah pasien melalui pembuluh vena. Prosedur ini penting untuk berbagai alasan, mulai dari rehidrasi hingga pemberian obat-obatan yang tidak dapat diberikan secara oral. Pemahaman yang baik tentang prosedur infus, termasuk persiapannya, pemasangan, dan pemantauannya, sangat penting bagi pasien dan keluarga mereka.

Persiapan Sebelum Pemasangan Infus

Sebelum memasang infus, tim medis akan melakukan beberapa persiapan penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas prosedur. Persiapan ini meliputi:

  • Penilaian Kondisi Pasien: Dokter atau perawat akan mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh. Ini termasuk memeriksa riwayat kesehatan pasien, alergi obat, kondisi vena, dan alasan mengapa infus diperlukan. Informasi ini membantu menentukan jenis cairan atau obat yang akan diberikan, kecepatan infus, dan lokasi pemasangan yang paling tepat.

  • Penjelasan Prosedur kepada Pasien: Pasien akan diberikan penjelasan rinci tentang prosedur infus, termasuk tujuan, manfaat, potensi risiko, dan alternatif yang tersedia. Pasien memiliki hak untuk bertanya dan memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi. Persetujuan (informed consent) biasanya diperlukan sebelum prosedur dimulai.

  • Persiapan Peralatan: Peralatan yang diperlukan untuk pemasangan infus antara lain:

    • Terteter Intravena (Catatan IV): Jarum kecil fleksibel yang dimasukkan ke dalam vena. Ukuran kateter bervariasi tergantung pada ukuran vena pasien dan jenis cairan yang akan diberikan.
    • Set Infus (Tabung IV): Selang steril yang menghubungkan kantong cairan infus ke kateter intravena.
    • Larutan Infus: Cairan steril yang mengandung obat-obatan, nutrisi, atau elektrolit yang diperlukan. Jenis larutan infus yang digunakan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kebutuhan pasien. Contohnya termasuk larutan garam fisiologis (NaCl 0.9%), larutan Ringer Laktat, atau larutan glukosa.
    • Tiang Infus: Tiang yang digunakan untuk menggantung kantong cairan infus.
    • Alkohol Swab atau Antiseptik: Digunakan untuk membersihkan area kulit tempat kateter akan dimasukkan.
    • Turniket: Tali elastis yang dililitkan di atas area pemasangan untuk membuat vena lebih terlihat dan mudah diakses.
    • Plester atau Dressing: Digunakan untuk mengamankan kateter intravena di tempatnya.
    • Sarung Tangan Steril: Digunakan oleh petugas medis untuk menjaga sterilitas prosedur.
  • Pemilihan Lokasi Pemasangan: Lokasi pemasangan infus akan dipilih berdasarkan beberapa faktor, termasuk kondisi vena pasien, jenis cairan yang akan diberikan, dan preferensi pasien. Vena di lengan dan tangan adalah lokasi yang paling umum digunakan. Pada bayi dan anak-anak, vena di kaki atau kulit kepala mungkin digunakan. Perawat akan memeriksa vena untuk memastikan bahwa vena tersebut cukup besar, lurus, dan tidak rusak.

Prosedur Pemasangan Infus

Prosedur pemasangan infus harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih, seperti perawat atau dokter. Langkah-langkahnya meliputi:

  1. Cuci Tangan: Perawat akan mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer.
  2. Mengenakan Sarung Tangan: Perawat akan memakai sarung tangan steril untuk menjaga sterilitas prosedur.
  3. Memasang Tourniquet: Tourniquet dipasang di atas lokasi yang dipilih untuk membuat vena lebih terlihat.
  4. Membersihkan Area Pemasangan: Area kulit tempat kateter akan dimasukkan dibersihkan dengan alkohol swab atau antiseptik lainnya. Area tersebut dibiarkan kering sepenuhnya sebelum kateter dimasukkan.
  5. Memasukkan Kateter: Perawat akan memasukkan kateter intravena ke dalam vena dengan hati-hati. Setelah kateter masuk, jarum ditarik keluar, meninggalkan kateter fleksibel di dalam vena.
  6. Menghubungkan Set Infus: Set infus dihubungkan ke kateter intravena.
  7. Membuka Aliran Infus: Aliran infus dibuka dan kecepatan tetesan diatur sesuai dengan instruksi dokter.
  8. Mengamankan Kateter: Kateter diamankan di tempatnya dengan plester atau dressing khusus.
  9. Membuang Peralatan Bekas: Peralatan bekas dibuang dengan aman sesuai dengan protokol rumah sakit.

Pemantauan Selama Pemberian Infus

Setelah infus dipasang, pasien akan dipantau secara teratur untuk memastikan bahwa infus berfungsi dengan baik dan tidak ada komplikasi. Pemantauan meliputi:

  • Kecepatan Tetesan Infus: Perawat akan memeriksa kecepatan tetesan infus secara berkala untuk memastikan bahwa pasien menerima cairan atau obat-obatan dengan dosis yang tepat.
  • Tanda-Tanda Infiltrasi: Infiltrasi terjadi ketika cairan infus bocor keluar dari vena ke jaringan sekitarnya. Tanda-tanda infiltrasi meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau dingin di sekitar lokasi pemasangan infus. Jika infiltrasi terjadi, infus harus segera dihentikan dan kateter dilepas.
  • Tanda-Tanda Phlebitis: Phlebitis adalah peradangan pada vena. Tanda-tanda phlebitis meliputi nyeri, kemerahan, bengkak, dan hangat di sekitar lokasi pemasangan infus. Jika phlebitis terjadi, infus harus dihentikan dan kateter dilepas. Pengobatan mungkin diperlukan untuk mengatasi peradangan.
  • Tanda-Tanda Reaksi Alergi: Pasien harus dipantau untuk tanda-tanda reaksi alergi terhadap obat-obatan yang diberikan melalui infus. Tanda-tanda reaksi alergi meliputi ruam, gatal-gatal, sesak napas, atau pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah. Jika reaksi alergi terjadi, infus harus segera dihentikan dan pasien harus diberikan pengobatan yang sesuai.
  • Kondisi Umum Pasien: Perawat akan memantau kondisi umum pasien, termasuk tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan), tingkat kesadaran, dan keluhan lainnya.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun infus umumnya aman, beberapa komplikasi mungkin terjadi. Komplikasi yang paling umum meliputi:

  • Infiltrasi: Seperti yang dijelaskan di atas, infiltrasi terjadi ketika cairan infus bocor keluar dari vena ke jaringan sekitarnya.
  • Radang urat darah: Seperti yang sudah dijelaskan di atas, flebitis merupakan peradangan pada pembuluh darah vena.
  • Infeksi: Infeksi dapat terjadi jika area pemasangan infus tidak dibersihkan dengan benar atau jika peralatan yang digunakan tidak steril.
  • Reaksi Alergi: Seperti yang dijelaskan di atas, reaksi alergi dapat terjadi terhadap obat-obatan yang diberikan melalui infus.
  • Kelebihan Cairan (Fluid Overload): Kelebihan cairan dapat terjadi jika pasien menerima terlalu banyak cairan melalui infus. Ini dapat menyebabkan masalah pernapasan dan masalah jantung.
  • Emboli Udara: Emboli udara terjadi ketika udara masuk ke dalam aliran darah. Ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti stroke atau serangan jantung.

Pencabutan Infus

Setelah infus tidak lagi diperlukan, infus akan dicabut oleh tenaga medis. Prosedur pencabutan infus meliputi:

  1. Cuci Tangan: Perawat akan mencuci tangan secara menyeluruh.
  2. Mengenakan Sarung Tangan: Perawat akan memakai sarung tangan.
  3. Melepas Plester: Plester atau dressing yang mengamankan kateter dilepas.
  4. Menekan Area Pemasangan: Perawat akan menekan area pemasangan dengan kapas steril untuk menghentikan pendarahan.
  5. Mencabut Kateter: Kateter intravena dicabut dengan hati-hati.
  6. Membalut Area Pemasangan: Area pemasangan dibalut dengan perban.

Pasien akan diberikan instruksi tentang cara merawat area pemasangan setelah infus dicabut.

Kesimpulan

Prosedur infus adalah bagian penting dari perawatan medis di rumah sakit. Dengan memahami persiapan, pemasangan, dan pemantauan infus, pasien dan keluarga mereka dapat merasa lebih tenang dan yakin selama proses perawatan. Penting untuk berkomunikasi dengan tim medis dan melaporkan setiap keluhan atau masalah yang timbul selama pemberian infus.